Komen Drakor : The One and Only

Serial Drama Melankoli ini punya tema yang menarik untuk tipikal cerita tentang seseorang yang sekarat menanti ajal.

Meski mengangkat hal klasik seperti rasa bersalah, penyesalan, meraih impian, filosofi hidup mati, seperti kebanyakan tropes serupa, serial ini juga mengambil sub-genre Misteri/Crime sebagai narasi utamanya. Dan menurutku itu unik.

Nilainya : 3/5

Awalnya kuatir juga ceritanya bakalan di tarik dan bertele-tele karena durasi 16 eps nya. Tapi karena adanya 2 karakter lain yang punya cerita masing-masing, maka cerita tidak terlalu bertele-tele. Meski menurutku keseluruhan ceritanya masih bisa dikompres jadi cuma 12-14 eps aja.

Memang nyaris 3/4 serial di dominasi ama adegan sedih dan penuh kesengsaraan. Sesuai dengan genrenya Melodrama. Tapi untungnya tidak terlalu tipikal genre sejenis.

Serial ini masih menyuguhkan misteri dan dipenuhi dengan pernyataan filosofis tentang kematian dan hidup. Hanya saja sedikit mengorbankan kisah cintanya kalau menurutku. Karena alur dan misteri membuat romance nya ga kerasa utuh. Alias pengalan-pengalan yang dipaksa nyambung.

Banyak sih adegan romantisnya. Juga dialog-dialog picisan yang catchy. Pasangan tokoh utamanya uwu, adegan sendunya juga mengena.

Tapi semua itu rasanya kaya ditempel dalam alur karena harus dipotong ama adegan misteri atau komedi ringannya. Baru kerasa nyambung di akhir-akhir eps. Dimana kasus crime dan misterinya udah mulai terungkap.

Dan meski tokoh utamanya punya kreteria sebagai karakter dalam genre Melodrama banjir tangis, alias kehidupan menyedihkan yang dipenuhi kesialan silih berganti tanpa sela sampai mendekati ajal, tapi secara keseluruhan karakternya tidak digambarkan terlalu dramatis.

Adegan sedih ada. Banyak malah. Tapi ga terlalu diumbar berlama-lama. (Ya, mungkin di eps-eps akhir) Ditambah karena alur cerita yang bergerak adalah misteri/crime jadi tangisan dan adegan sedihnya ga berlebih sampai bikin eneq.

Si artis cocok banget meranin karakter dingin, jutek, pendiam. Tapi juga cakep banget kalo lagi senyum ama ketawa. Aku suka.

Terus itu karakter si cowoknya kalau kita ga dikasih tahu latar belakangnya, jadi berasa ngeri juga. Soalnya pembawaannya datar dingin terus diem-diem ngikutin ama merhatiin orang, alias stalker gitu. Kan kesannya kaya psyco killer lagi ngincer korban, kan?

Aktingnya si Joy bagus. Baru pertama liat dia akting soalnya. Karakternya cocok gitu.

Juga artis kecilnya. Akting mereka manteb-manteb.

Untuk Endingnya sih appropriate. Tipikal happy ending yang pas ama narasi dan tema keseluruhan. Tapi menurutku agak kurang sreg karena, pertama aku tipe penonton sad ending. Yang kedua, kurang kerasa dramatis karena beberapa menit sebelumnya disuguhkan adegan orang nulis diary yang menurutku jadi menhhilangkan efeknya begitu beberapa menit selanjutnya ga terjadi apa-apa alias happy ending.

Tapi ya itu cuma personal preference aja sih. Overall serial ini masih cukup bagus mengusung genre Melodrama nya meski di selingi ama kasus Crime.

Mungkin yang perlu ditambah dari serial ini adalah screen time nya sister Bora Veronica. Dia itu pake krudung aja cakep gitu. Luv ❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.