Komen Drakor : King’s Affection

Serial era kerajaan ini punya gimik menarik menggantikan seorang pangeran putra mahkota dengan kembaran ceweknya. Tapi sayang gimik itu ga digunakan dengan baik. Alias serial ini jadinya cuma serial romcom generik yang bersetting di era kerajaan dengan pergolakan kekuasaan sebagai bumbu tipis-tipisnya.

Artis ciliknya manteb banget meranin cowok juga cewek.

Ini serial kalau dibikin prolog yang main anak-anak kecil itu, kayanya aku bakalan nonton.

Nilainya : 2/5

Alurnya berjalan cukup lambat meski ga terlalu banyak sub cerita. Karena diisi ama adegan flash back yang cukup sering dan biasanya bagian percintaan.

Sedang untuk kisah di luar romannya terasa datar dan kurang bikin adegan-adegan gitu. Padahal yang diangkat kehidupan rahasia dalam istana, dan perseteruan memperebutkan kekuasaan. Jadi ekspektasinya berisi persaingan antar kubu untuk saling menjatuhkan.

Tapi disini perseteruan itu terkesan cukup ringan. Entah komiknya juga kayak gitu atau ga, karena emang serial ini diangkat dari komik scrool alias webtoon. Aku belum pernah baca.

Masalah-masalah yang ada juga terasa masalah klise tentang percintaan. Bahkan sampai masalah politik dalam istana nya pun juga tipikal kisah-kisah sinetron yang biasa ada di percintaan si kaya dan si miskin gitu.

Penjahatnya ngefitnah, semua orang percaya. Udah. Ga ada diperlihatkan gimana-gimananya.

Kaya contoh : Masa anak cewek seneng sama orang bisa sampai nyopot jabatan bapaknya? Tanpa ditunjukan gimana triknya, atas dasar alasan apa yang memberatkannya?

Penonton cuma dikasih tahu alasannya itu tadi, sudah. Karena itu cuma dibutuhkan buat pengerak plot doang. Sama kaya sinetron-sinetron.

Atau kalau ngga, pasangan tokoh utama berciuman di tempat umum dalam istana hanya demi kepentingan adegan romantis dan alur cerita. Karena kalau mau dipikir secara logis, mereka berdua ga akan sembrono melakukan hal itu dalam istana sebab nyawa mereka taruhannya.

Mereka sembrono ya karena tuntutan cerita. Supaya ada yang mergokin. Padahal mereka berdua digambarkan cerdas dan tipe yang berhati-hati di adegan sebelumnya.

Sedang kisah romance nya sendiri nyaris jalan di tempat sampai hampir setengah dari keseluruhan eps. Padahal gimik kisah roman nya menarik. Tapi kurang dimaksimalkan kalau menurutku.

Karakter putra mahkota nya biasa banget. Alias generik. Di luar bagaimana dia berperan sebagai seorang pria. Yang sayang cuma dijadiin gimik sisipan doang. Hanya buat sisi romance dan setting situasi. Ga bener-bener dieksplor lebih. 

Kaya bagaimana tubuh perempuannya beradaptasi dengan peran laki-lakinya. Bagaimana reaksi lingkungan melihat sosoknya yang feminim? Bagaimana dia mensiasati rahasia tersebut dari para pelayannya? Apakah pelayan yang tahu harus mati? Hal-hal tersebut ga pernah benar-benar di jelaskan. Cuma diungkit sekilas, dan pokoknya gitu. Sangat disayangkan.

Selepas itu, sifat dan karakteristik si putra mahkota tidak ada yang unik dan menarik. Dengan kisah kaya gini harusnya antara tokoh utama ditulis punya keberuntungan super tinggi, atau orang-orang disekitarnya super sangar, atau lagi dianya pinter banget.

Tapi sayangnya si putra mahkota ini ngga masuk dalam kategori-kategori di atas. Kalaupun diperlihatkan, cuma sedikit dan itupun di akhir-akhir eps doang.

Mungkin demi memenuhi durasi 20 eps nya, jadi perkembangan si tokoh utama itu dibuat cukup lambat.

Sedang  karakter utama cowoknya ditulis cukup bagus. Meski masih generik protagonis dalam serial romance. Mungkin sedikit lebih bagus sih. Mengingat dia siap jadi Gay sebelum sadar si rajanya cewek, karena ga mau membohongi perasaannya sendiri. Mantab 🙂

Si cewek rival romannya juga ditulis dengan bagus. Potensi menarik simpati dan bisa saja jadi second lead syndrome kalau punya cukup screen time. Aku sempet berharap dia jadi ama si tokoh utama cowoknya.

Karakter ratu muda nya juga cukup menghibur. Meski juga ga terlalu dapat banyak screen time. Karakternya ditulis ceria, tulus, kaya bocah, tapi ga digambarkan terlalu semaunya. Jadi ga kerasa annoying. Pas dengan tone ringan serialnya.

Sedang karakter lainnya ga ada yang terlalu menonjol. Kebanyakan ditulis generik. Ada kalanya bagus ada kalanya ngga.

Sebenarnya ga apa bikin karakter yang so-so kaya real life. Tapi kalau ceritanya ga menarik jadinya akan ngebosenin dan kurang menghibur.

Dan menurutku serial ini sebenernya cukup dengan 8 eps doang. Paling panjang 12 eps lah. Itu juga udah ama kisah masa lalunya. Karena terbukti narasi cerita baru mulai bergerak setelah memasuki eps 13. Intrik perebutan kekuasaan baru mulai sedikit mendominasi selepas itu.

Sementara untuk endingnya sih cukup bagus. Cuma tiba-tiba aja jadi ada banyak darah dan banyak yang mati. Padahal 2 eps sebelumnya ringan santai kaya di pantai. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.