Seishun Buta Yarō wa Bunny Girl-senpai no Yume o Minai

Serial dengan judul panjang ini biasa disingkat dengan sebutan Buta Yaro. Adaptasi dari Light Novel dengan judul yang sama.

Serial

Bercerita tentang cowok bernama Sakuta Azusagawa, yang suatu hari ketemu ama kakak kelasnya yang juga seorang artis terkenal Mai Sakurajima yang lagi pake baju Bunny Girl di perpus. Dan dari situ cerita pun berlanjut dengan mengexplore fenomena aneh yang disebut Adolescence Syndrome.

Serial ini mirip kaya serial Sagrada Reset. Kisah remaja yang dibalut dengan fenomena aneh perlambang dari masa pubertas mereka.

Hanya saja yang ini sedikit lebih ke Romance/Slice of Life ketimbang Sagrada yang tumpuan ceritanya ada di Mcguffin narasi besarnya.

Dan meski ada cukup indikasi yang menyiratkan bahwa serial ini memiliki unsur Harem di dalamnya, tapi pada kenyataannya unsur itu tidak terlalu terasa dalam cerita.

Itu karena tokoh utama serial ini bucin. 😀

Kemudian salah satu keunikan serial ini yang menarik perhatianku adalah Karakteristik tokohnya. Yang mana duet 2 tokoh utamanya itu sangat menyenangkan dan menyegarkan dalam genre roman remaja seperti ini. Terutama tek-tok dialognya.

Dinamika percintaan Tsundere dengan dialog-dialog Sarkas itu sangat menyhibur.

Serial ini memiliki total 13 episode. Yang mengadaptasi 10 Volume dari Novel nya tidak secara berurutan.

Nilainya : 4.5/5

Dan setelah itu cerita masih dilanjut ke sebuah film lepas yang berfungsi sebagai penutup kisah secara keseluruhan.

Movie

Seishun Buta Yarou wa Yumemiru Shoujo no Yume wo Minai.

Film ini merupakan sambungan langsung dari serial Anime nya. Mengadaptasi dari Volume 6 dan 7 dari Light Novel nya.

Memang sengaja dilongkap karena demi alur cerita yang kalau menurutku sih malah lebih terstruktur.

Cerita dalam film ini punya alur yang cukup rumit, plus tone nya berubah jadi drama serius. Ga se sarkas & seceria serialnya. Lebih mendekati tone nya Sagrada kalau menurutku.

Mengambil tema Time Traveler dan dunia parallel. Tapi teori paradox dunia paralelnya bukan dunia paralel pada umumnya. Aku suka.

Juga lebih banyak adegan mengharu birunya. Aku jadi pengen film ini di adaptasi jadi Live Action.

Nilainya : 4.8/5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.