Serial Kamen Rider Saber

Berhubung Kamen Rider Saber sudah tamat minggu kemarin, dan minggu depan bakalan tayang seri Kamen Rider yang baru, jadi aku mau mengomentari serial itu sekarang.

Dan karena punya 48 episode, maka aku bakalan tulis berdasar dari Arc nya. Biar lebih gampang. Dan aku juga ga bakalan ngejelasin siapa-siapa itu Rider dan namanya. Aku berasumsi yang baca udah paham duluan. Atau bahkan udah nonton sampai tamat. Karena tulisan ini penuh dengan spoiler.

Jadi aku mulai dari Arc pertamanya.

Arc 1 : 1- 16

Jadi sampai eps 6 lebih masih ada aja tokoh yang dipengenalan. Dan karenanya, aku jadi susah buat bisa attach pada karakter-karakter itu kecuali 3 tokoh yang udah muncul dari eps pertamanya.

Terus tentang kecepatan ceritanya. Di awal eps, kita terus dijelali dengan hal baru di tiap eps nya sampai bingung sendiri. Antara tokoh dan informasi.

Dan ngomongin soal tokoh yang banyak dalam satu serial, dulu si Ryuki juga punya 15-an Rider. Tapi ga semua rider dikeluarin dalam serialnya, jadi ga terasa kepenuhan kaya serial Saber ini. Setidaknya itu yang ku inget. Soalnya aku nontonnya udah lama. Dan juga aku nontonnya marathon setelah serialnya tamat, kaya yang ini.

Jadi inti dari Arc ini adalah Calibur berusaha cari spoiler-an tentang rahasia dibalik berkianatnya si Calibur sebelumnya. Dan para pendekar pedang berusaha buat menghadangnya.

Yang menarik dalam Arc ini menurutku malah kisahnya si Kento, ketimbang si Calibur. Ya, meski penyajiannya sedikit terlalu dramatis. Apa lagi pas mau-mau akhir. Emosinya Kento ga stabil.

Dan mungkin sengaja mengikut jejak Kamen Rider Double, Rintaro keliatan banget bakalan di shiping ama si cakep Mei-chan, yang sayang cuma dijadiin comic relief dan kebanyakan dipaksa ada dalam scene meski ga relevan dalam Arc ini 😥

Dalam Arc ini juga sudah dikenalkan 2 form buat Saber yang cukup sering buat gantian pake. Yaitu Crimson Dragon, sama Dragonic Knight.

Terus ada cameo di eps 8, Si Mister Dangerous ama anak didiknya.

———

Lion Zoid Daisenki

Arc 2 : 17- 28

Memasuki Arc kedua ini, format cerita jadi berubah episodik gitu. Ya meski sebelumnya emang episodik, tapi yang kali ini lebih kerasa, karena ada manusia yang punya latar belakang yang dijadikan tema monsternya. Tipikal serial Kamen Rider kebanyakan.

Dan dalam Arc kali ini bercerita tentang Reika yang mencoba menghasut anggota cabang utara untuk memusuhi si Saber. Dan misteri dibalik siapa sebenarnya penghianat di dalam organisasi.

Sedikit banyak sih, masuk akal jawara pedang Utara itu ketipu sama si cakep beracun dari Selatan. Karena pada dasarnya Touma itu orang baru, juga orang luar. Ditambah tindakan sama omongannya memang sus banget.

Cuma saat semua jawara dari utara itu mulai mencoba berpikir logis, si Ren tetep konsisten sama karakteristiknya. Dari yang awalnya annoying, sekarang jadi nyebelin. Karena sepertinya penulis perlu membuat tokoh dengan sifat seperti itu dalam cerita. Meski kadang aku sempat mikir, itu dulu gimana ceritanya dia bisa jadi seorang pendekar pedang? Apa dia kenalan orang dalam?

Tapi secara keseluruhan Arc ini jauh lebih baik, dengan fase yang lebih pas. Alias ga buru-buru. Alurnya juga menarik.

Kini para tokoh terbagi menjadi 3 kubu, dan si Saber secara perlahan harus memenangkan hati para jawara pedang lainnya untuk bergabung ke kubunya.

Banyak pula adegan-adegan keren dan bikin penasaran. Aku suka backstory dari si Primitive Dragon. Cerita bergambar yang sedih, tapi bisa diakali oleh Touma, yang intinya berdamai dengan diri sendiri.

Di Arc ini muncul buat pertama kalinya si Saber Todoroki. Alias Elemental Dragon

Terus terkuak masa lalu Tassel yang ternyata setengah dewa.

Dan kali ini si Mei-chan di paring ama Yuri. Dinamik mereka cukup bagus. Aku suka. Terus status dan posisinya dalam cerita juga jauh lebih relevan sekarang dibanding Arc sebelumnya.

—-

Arc 3 : 29- 40

Itu masa air kalah sama sejarah lautan, sih? Terus angin kalah sama asap?

Arc pribadi dari Rider kedua si Blades itu mulai dilanjut di Arc ketiga ini. Dan aku suka ama karakter Rintaro ini.

Tapi aku sempat merasa rada aneh sih awalnya. Karena Rider keduanya malah kalah spotlight sama Rider ketiga secara cerita. Jadi keberadaannya berasa kaya background aja di 2 Arc awal. Meskipun dia dapat upgrade form bisa jadi Zoids, tapi tetep aja dia cuma muncul kaya Rider sampingan yang lainnya.

Terus di Arc ini Mei-chan mulai dapat porsi yang lebih baik lagi dalam cerita. Meski kurang begitu penting dan kurang berdampak pada narasi besarnya.

Mirip kaya Heroine di serial Kamen Rider Ghost. Eh, bentar…  penulis dua serial itu memang sama sih.

Ya tapi, setidaknya si Mei-chan berperan penting dalam perjalanan Blades menjadi lebih kuat.

Arc ini 1/3 bagiannya diisi dengan kisah si Rintaro dalam menyelesaikan Arc karakternya, dan 2/3 nya tentang usaha si Master Logos melakukan ritual memanggil kitab kuno maha sakti. Sebelum kemudian berubah menjadi Rider Reused/Repaint Solomon the Omnibus.

Ada beberapa bagian yang aku ga suka dari Arc ini. Dan terpaksa ku skip-skip atau ku sambi melakukan aktifitas lain. Apa lagi di tengah-tengahnya Arc. Karena rasanya seperti sengaja diulur-ulur dan beberapa adegannya terasa hyperdramatis.

Kalau alur ceritanya bagus sih, mungkin masih bisa ketolong. Tapi ini hampir seluruh unsur pendukung cerita hadir begitu saja dengan kebetulan dan terlihat tanpa usaha sama sekali. Atau datang dengan alasan bodoh dan tidak masuk akal.

Malah beberapa bagian terkesan dipaksakan. Kan, jadi males nontonnya.

Belum lagi, itu dunia hancur kok bisa galau jadi-engga sampai 4 eps sendiri. Klimaknya kan, jadi ga kerasa kalau gitu.

Mungkin yang ngebantu dikit itu aksinya. Yang sangar dan banyak pakai gaya Royal Rumble. Alias kelahi tiga atau empat arah.

Terus si Falchion muncul juga di serialnya.

Dan si Saber dapat form baru lagi disini. Xross Saber. Yang pada dasarnya adalah filter skin biar armor jadi kaya gambar Galaxy di kalender-kalender gitu.

Arc 4 : 41- 47

Dan di Arc terakhir ini si Ren akhirnya dapet penutupan kisah. Yang menurutku sih, ga perlu. Karena seluruh kisah Rider Ninja ini ga penting-penting amat. Baik buat narasi cerita, ataupun Arc pribadinya.

Kalau memang dirasa perlu buat kasih karakter ini sebuah Arc yang proper, media yang tepat ya, V-Cinema, atau Special Episode. Kalau disisipkan dalam cerita itu rasanya jadi kaya filler aja. Buat nambal episode biar ceritanya pas selesai di akhir agustus.

Dan meski beneran mau kasih porsi tiap pendekar pedang untuk di explore lebih banyak, harusnya hal tersebut di lakukan di tengah-tengah dari keseluruhan serial. Bukan di ambang mau ending.

Kaya si Espada contohnya, atau si Blades. Mereka di explore di tengah-tengah Arc. Sedang si Kenzan ini kesannya memang kaya ga ada rencana buat dibikinin Arc, tapi disusulin di akhir-akhir.

Atau jangan-jangan karena efek beda penulis?

Tapi duel terakhirnya dengan Desast itu lumayan. Insert song nya pas banget buat mengharukan suasana. Dan itu karena si Desast nya. Bukan karena si Ren. 😦

Terus ngmongin soal si Desast. Karakternya itu dibuat unik, tapi dibiarin gitu doang. Sayang sekali. Pasti ini penulisnya cuma suka bikin karakter doang. Terus ditumpahin aja semuanya jadi NPC dalam cerita. Dan baru dipake di bener-bener akhir cerita.

Kamen Rider Storious

Ya, jadi Arc ini berkisah tentang rencana Storious untuk mengakiri cerita serial ini. Dengan cara ganti baju, terus ngomongnya jadi kaya Batman.

Dan itu announcement story telling nya Grimore pake bahasa inggris, dan suara yang angker gitu. Jadi berasa musuhnya Zero One. 🙂

Terus itu kenapa Luna ga jadi gede dari awal pertemuan keduanya, ya? Apa karena masalah sama artisnya? Soalnya itu si Touma kalau meluk-meluk anak kecil kesannya jadi kaya Pedo gitu. 😦

Di Arc ini ada adegan yang aku suka. Endingan episode 44. Yang memperlihatkan satu persatu para pendekar berjalan dan bertemu, untuk menuju ke pertarungan terakhir mereka. Dan kemudian matahari terbit.

Ya, meski setelah itu jadinya Samurai Warrior. Alias bacok-bacok kroco. 🙂 Mana Sofia jadi Calibur langung sangar lagi setelah kesurupan dua arwah pendekar pedang. 😀

Tapi set pertarungannya keren. Entah itu CGI atau emang orang beneran pake kostum kroco, tapi yang jelas efek kaya film layar lebarnya dapet.

Terus si Kenzan ngeluarin limit break Omnislash. Badass!

Nah, jadi tanggapan ku secara keseluruhan tentang serial ini adalah; Cukup menghibur, tapi tidak terlalu bagus.

Tapi pertama-tama aku mau komen, itu ending songnya lebih cocok dijadiin opening song nya kalau menurutku. Disamping ada kata-kata Kamen Raida Saiba nya dalam lirik. Vibe ska dalam lagunya mengingatkan ku pada opening song nya Ozu.

Punya special efek yang sugoi saikou banget. Terutama karena ukuran alat berubah ama pedang aslinya ga sama. Jadi tiap mau ngeluarin jurus, pasti harus lewat editing. Dan shooting 2 adegan yang berbeda.

Kemudian visual efek si Espada yang mirip The Flash.

Banyak tema diambil dalam serial ini. Yang mencolok jelas kesatria berpedang nya. Yang mulai dari 3 Musketeer, sampai reverensi populer tentang pedang. Kemudian cerita dan ilmu pengetahuan.

Karakter si Saber nya ini aku ga terlalu mempermasalahkan. Sifatnya memang ditulis kaya gitu. Cuma itu entah pilihan si pemerannya atau memang arahan dari sang sutradara, tiap kali dia merasa kesakitan akibat luka berat, atau pas lagi sedih dan emosi banget, aktingnya kaya berlebih dan dibuat-buat gitu.

Tapi di luar hal itu sih, cukup oke.

Aku juga suka aesetik dalam desain pakaian para Ridernya. Karena beda dari serial sebelumnya yang temanya kasual, di sini para pendekar pedang itu punya baju kaya para pendekar pedang. Semua pake semacam Jas dengan warna yang senada, tapi bentuk dan detailnya masih mengukuti keunikan masing-masing karakter.

Kecuali si Saikou ga yo. Alias si Yuri. Soalnya dia itu Jedi. Juga si Saber, karena dia Novelis. Dan dia sering pake topi vedora itu kaya sengaja foreshadowing sosoknya yang bakal serupa dengan Tassel.

Nilainya : B-/Standart Kamen Rider.

Penilaianku ini emang berdasar dari nonton secara marathon. Bukan perminggu. Tapi sebagai pembanding, serial Kamen Rider Build juga dulu aku tonton secara marathon. Tapi serial Build jauh lebih bagus menurutku. Dalam segi cerita, alur, dan karakter. Sedial itu punya karakter yang solid, dan antagonis yang karismatik.

Sedang serial ini, aku ga terlalu bisa menikamti. Padahal akhiran dari Arc pertamanya itu membawa misteri yang cukup menarik. Kemudian Arc kedua digunakan sebagai build up. Pembangun menuju pengungkapan misteri.

Tapi kemudian dieksekusi dengan buruk di Arc ketiga nya. Banyak hal yang seharusnya bisa terasa sebagai sebuah rencana besar, jadi terasa meh, karena dibangun dengan cepat dan tanpa diperlihatkan effort nya. Jadi kesannya semua rencana mulus si Master Logos itu karena serba kebetulan.

Yang kemudian dilanjut dengan rencana Storious si Pendekar Syair Berdarah di Arc keempatnya, jadi terasa basi. Karena rencananya sama seperti rencana si Master Logos, tapi versi upgrade dan rada liarnya.

Cuma untungnya punya visual efek yang sangar, koreo tarung yang mantab, dan design Rider yang sebagian besarnya kece. Empat eps akhir itu bagus menurutku. Hype nya dapet. Climaknya mantab, terus ditutup dengan proper.

Adanya Special Issue buat epilog setelah eps akhir itu menurutku juga bagus. Mirip dengan serial Kamen Rider Ghost dulu. Eps akhirnya mengenalkan si Drive, tapi dimasukan dalam sebuah cerita. Bukan cuma dada kaya beberapa Rider sebelumnya.

Terus itu sedih banget pas tahu alasan si Storious. Ia mengetahui aspirasinya membuat puisi selama itu ternyata sudah dituliskan seperti itu. Jadi kaya ga ada yang namannya kehendak bebas dan kreatifitas. So sad. 😥

Dan aku melihat adanya Humagear di akhir eps. Apakah Saber satu dunia dengan Zero One? Soalnya aku lupa dulu Saber ketemu sama Zero One atau ngga. Seingetku Zero One bagian dari buku cerita yang dibaca Touma ama Mei-chan.

Dan apapun komentar dan penilaianku tentang serial ini, aku akan tetap suka sama semua Kamen Rider. Bahkan yang Revice minggu depan itu keliatan konyol dan aku ga terlalu suka, tetep aja bakalan ku tonton sampai habis. Hehehe….

Ya sudah kalau gitu. Sampai disini dulu. Sampai jumpa di komentar Kamen Rider tahun depan. Bye!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.