Komen Drakor : Dark Hole

Serial Horror Thriller dengan format Zombie Outbreak klasik. Mirip ama serial Sweet Home.

Cukup seru dan tegang. Visual efek dan make up nya bangus. Setting lingkungan dan adegannya berhasil bikin merinding. Koreo bacok-bacok an nya juga mantab.

Dan tipikal Trope seperti ini adalah beragamnya karakter dan masalah mereka masing-masing sebelum terseret dalam kemacauan. Dan menurutku pilihan karakter di serial ini cukup variatif. Yang memberi sentuhan berbeda dengan serial se genre nya.

Hanya saja cara mereka disatukan itu kerasa settingannya. Alias ga berasa natural. Padahal untuk kisah seperti ini, mempersatukan karakter itu terbilang hal yang cukup gampang loh. Secara mereka ga sengaja bertemu juga sudah jadi kok. Tapi di serial ini ga sengajanya itu berasa kaya disengaja gitu.

Dan aku merasa beberapa karakternya terasa kurang. Entah karena ditulisnya seperti itu, atau karena dipaksakan dalam cerita. Tapi kalau ga masalah dengan hal itu sih, berarti bisa tahan terus nonton sampai kelar. Karena diluar masalah itu tadi, serial ini cukup menghibur.

Seperti adegan membuat pertahanan dan senjata dari hal-hal disekitar, membuat rencana menyelamatkan orang atau mengambil kebutuhan penting, yang harus kemana dulu buat ngambil kunci, nyalain listrik ala-ala game Resident Evil gitu. Meski klise, tapi itu menghibur buatku.

Terus yang merani tokoh utama ceweknya si cakep dan mematikan Taealha dari Arthdal Chronicles. ❤

Sedang buat alur ceritanya sih, berjalan lambat karena harus dijeda oleh kisah masa lalu para karakter. Dan hal tersebut jelas berdampak pada eskalasi ketegangan yang berjalan cukup cepat di awal eps. Kesannya kaya kesendat gitu.

Pola dari genre Survival Horror pada umumnya memang seperti itu. Membangun emosi disamping ketegangan. Tapi kalau latar belakang yang dibangun tidak menarik, atau penyajiannya tidak pada tempatnya, akan terasa seperti memotong alur dan ketegangan.

Dan menurutku serial ini punya hal itu. Meski hanya dibeberapa karakter saja. Dan juga sangat disayangkan konsep dari Sinkhole dan efek paranoia nya itu bisa dibawa jauh lebih baik bila dikaitkan ke cerita para karakternya.

Sementara plotnya sendiri tipikal, yang semuanya serba misteri dan dibiarkan tetap jadi misteri sampai akhir.

Nilainya : 2.8/5

Potentially spoiler section.

Final battle nya cukup menegangkan. Mtski masih menggunakan metode ala game Survival. Sedang endingannya biasa aja. Cenderung kurang greget kalau menurutku.

Karakter utamanya punya penutup arc cerita yang kurang memuaskan. Dia gagal nyelamitin si cewek pertama, terus dateng cewek kedua dengan motive yang mirip, tapi tetep gagal diselametin. Belum lagi orang yang dia kejar-kejar itu tewas gitu aja di tengah cerita.

Dan aku ngiranya itu polisi mati di awal-awal. Karena sifat karakter seperti itu biasanya cepet mati kalau di genre kaya gini. 🙂

Setelah ini tulisan ku hanya berisi ganjelan hati terhadap ke’aneh’an dalam serial ini.

Yang pertama, adegan awal di depan RS itu terksan janggal sekali. Si Detektif langsung setuju saat dimintai tolong ama si Susternya, si Dokter cuma nanya ke si supir Truck Derek doang padahal ada banyak orang di sekitaran situ. Ditambah orang yang pada liat itu diem aja. Padahal ada orang baru aja ditembak mati di depan mereka.

Terus si Perawat itu berkorban suruh si Detektif pergi nyelametin anaknya. Ya ampun, itu si Detektif punya pistol lagi, dan lawannya cuma seorang. Kalau segerombolan yang lebih dari jumlah peluru sih wajar aja. Dan terus setelah itu, si Detektif ngeliat ada anak kecil nangis di pinggir jalan dibiarin gitu aja. Ini gimana sih kepribadian si Detektif nya?

Belum lagi pas lagi naik bis sekolah ditanya kemana tujuannya, si Detektif jawab ke Rumah Sakit. Bukannya ke luar kota yang jauh lebih masuk akal dalam situasinya saat ini. Disamping juga bisa mengirim bantuan. Bener-bener pola pikirnya dipaksa demi pergerakan plot.

Terus itu dampak yang terinfeksi di beberapa orang cuma delusi dan paranoia. Tapi saat menginfeksi banyak orang alias figuran, berubah jadi bikin orang bringas kaya film The Crazies. Kenapa bisa gitu? Apa tuntutan plot lagi?

Terus kenapa mereka nyebutnya mutant, ya? Apa salah subtitles nya? Monster atau Zombie jauh lebih umum diketahui orang banyak ketimbang Mutant. Saat orang ditanya Mutant itu pasti cenderung ke X-Men, bukan? Karena mereka yang mempopulerkan term tersebut.

Terus bagaimana mereka tahu asap itu adalah penyebabnya? Bahkan sudah siap masker, menutup pintu dan jendela dengan plester. Padahal ga ada pengumuman. Dan kejadiannya baru sehari. Gimana mereka bisa tanggap seperti itu? Bahkan tanpa adanya orang-orang ahli.

Terus yang terakhir, itu kota sebulan kemudian udah balik normal. Padahal baru ada massacre di tempat itu. Di depan mata mereka. Masa pulih total dalam waktu 1 bulan? Bahkan si murid udah mulai les buat masuk perguruan tinggi. Mereka ga trauma gitu liat orang-orang saling bantai?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.