Komen Drakor : Mouse

Serial Crime/Thriler/Mystery yang melihat sebuah kegilaan dan sifat jahat dari sudut pandang ilmu pengetahuan.

Kisah bermula dari sebuah penelitian untuk menguji gen Psikopat sejak dalam janin. Dan tentang Prejudice cloud the judgement.

Eps 1 nya didedikasikan buat backstory sendiri. Berasa eps special prolog gitu. Karena ga nampak tokoh utama sama sekali. Bahkan format dalam 1 eps itu berasa didesign kaya one shot gitu. Film pendek.

Ceritanya seru, intents, dan penuh emosi. Misterinya juga menarik. Belum lagi dipenuhi dengan twist. Hanya saja hubungan antar karakter dan latar belakangnya cukup rumit, yang cenderung bikin penonton bingung dan kalau bukan penyuka berat akan drop ditengah-tengah.

Awalnya aku rada ragu ama serial ini, karena formatnya adalah kucing-kucingan. Alias tipikal polisi ngejar pembunuh berantai dengan memecahkan misteri dan teka-teki itu, mau ditarik sampai seberapa panjang? Mengingat serial ini punya 20 eps.

Tapi ternyata di tengah seri, sekitar eps 7-8, cerita memasuki babak baru. Kalau dalam film mungkin ini seri 2 nya. Scope cerita mulai membesar. Mirip film Purge. Seri 1 cuma nyeritain 1 kejadian dalam semalam. Seri 2 udah mulai bawa-bawa latar belakang dan pemerintah.

Bahkan premis ceritanya pun berubah. Bukan ‘kucing-kucingan’ lagi. Bersamaan dengan berubahnya porsi karakter dalam narasi.

Kemudian di eps 12-13 juga berasa kaya cerita yang berdiri sendiri. Formatnya, misterinya, berasa film lepas aja. Dan setelah itu cerita bergerak dengan porsi karakter yang kembali berubah.

Jadi memang pas kalau dalam Promotional Poster nya ada 4 karakter. Karena cerita memang punya beberapa Arc yang berpusat pada tiap-tiap karakter tersebut. Diluar narasi besarnya. Tapi tidak terkesan asal pasang, karena sudah di setting dari awalnya.

Dan oleh sebab itu, tiap tokoh jadi punya pendalaman karakter yang cukup. Punya Arc yang lengkap, meski ironis. Juga karena build up yang lama itu, kita jadi ikut merasakan konflik saat salah satu atau banyak karakter mendapatkan perubahan secara drastis.

Juga meski porsinya cuma jadi pelengkap, tapi kisah romance nya ada dan masih bisa dinikmati kalau menurutku.

Mungkin dramanya yang aku kurang suka. Berasa sinetron karena semua terhubung. Bukan masa lalunya, tapi kejadian masa kininya. Ini nangkep si ini ternyata ininya si itu. Anak yang ditukarlah. Ngancam pake bayi ternyata cucunya sendiri. Kaya-kaya gitulah.

Terus pemain tokoh cewek muda yang muncul pertama pake baju sekolah itu awalnya aku ga ngenalin sama sekali. Tapi begitu denger suaranya yang khas, aku langsung tahu dia yang main di A Piece of Your Mind ama di Extracurricular. Aku suka suaranya. 🙂

Dan itu kenapa namanya Yohan? Mirip ama Psikopat dalam serial Tell Me What You Saw. Apa mereka terinspirasi dari Serial Monsternya Urasawa?

Serang endingnya menurutku bagus. Semua penjelasan yang diperlukan terjawab semua. Setiap tokoh punya penutupan kisah. Dan ga bisa dibilang hepi atau sad ending. Karena narasinya sengaja ditulis dari banyak sisi.

Nilainya : 3.8/5

Ini kalau boleh dibilang sih, versi seriusnya Psycophat Diary.

Kayanya aku butuh nonton yang ringan dan hepi setelah ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.