Komen Drakor : Sisyphus : Demit

Serial Romance dengan gimik Sci-fi perjalanan waktu. Ingat, jangan berharap pada plot cerita tentang time travelnya, meski premisnya kaya film Terminator.

Tontonlah dengan ekspektasi kisah roman bersetting sci-fi yang diselingi adegan aksi kaya sinetron Anak Langit.

Nilanya : 2.5/5

Serial ini punya visual efek yang mantab. Apa lagi setting dunia dystopian masa depannya. Aku suka. Pengambilan gambarnya juga cukup kreatif. Koreo tarungnya juga oke.

Karakternya cowoknya pinter kaya perpaduan Tony Stark dan Mcguyver. Di 30 menit awal eps pertama aja udah unjuk gigi. Karakter ceweknya jago tarung. Cuma ya penulisannya tipikal karakter genre roman gitu. Galau, tidak berpikir logis karena cinta, dlsb. Malah yang rada menarik itu karakter musuhnya. Pemikirannya unik.

Beberapa karakter pendukung punya arc yang cukup bagus. Tapi kurang mendalam karena memang karakter pendukung.

Meski cerita dan alurnya standar, tapi punya misteri dan narasi bolak-balik yang keren menurutku.

Konsep dasar mesin waktu yang dibuat mirip ama mesin waktu dari film Timeline itu juga jadi nilai tambah. Karena sekian lama nonton drakor tentang time traveler ga pernah ada yang pakai konsep itu.

Siklus sebab-akibat dalam Time Loop nya juga konsisten dan disajikan dengan jelas. Aku suka. Meski ada sedikit ga hal aneh yang ga jelas, tapi masih dalam taraf dimaklumilah.

Endingnya yang ala Back to The Future 2 itu lumayanlah kalau menurutku. Meski ga klimax, karena harus ditambahkan adegan romance yang dramatis menangis-nangis. Dan juga dibuat sok-sok misteri dan open ending meski tetep ga bikin minat atau penasaran.

Sedang aku ga suka dengan bagaimana dunianya dibangun, atau alasan sebuah adegan terjadi. Banyak hal konyol dan dipaksakan dalam serial ini demi sebuah adegan keren dan plot.

Sumpah, ada adegan dimana 2 tokoh utama lagi berdiri di tengah jalan dan mobil-mobil pada berhenti, tapi mereka masih nerusin ngobrol dong. Ga ditarik ke pinggir dulu atau gimana, baru setelah itu ngobrol. Dan bahkan supir mobil-mobil itu setia nungguin. Ga ngelakson lagi sampai mereka kelar ngobrol.

Kalau genrenya musikal atau film Bollywood sih, sah-sah aja berdiri atau bahkan muter-muter di kelilingi mobil yang sibuk ngelakson. Tapi genre serial ini kan drama sci-fi. Its dumb.

Juga latar dari masa depannya terasa asal pasang biar keliatan keren dan berkesan dystopian gitu. Ya, ga mengganggu narasi ceritanya, sih. Tapi sebagai penyuka genre Sci-fi Dystopian Apocalypse, aku merasa sedikit terganggu dengan hal itu.

Bagi yang suka ama serial ini mungkin karena penikmat genre roman dan drama. Karena menurutku memang bagian romannya cukup bagus. Sedang dilihat dari segi aksi, misteri, dan tema-tema heavy time travel dystopian future nya itu standar banget.

Terus, aku baru tahu kalau abu kremasi masih bisa di tes DNA.

.

Setelah ini tulisanku hanya akan berisi tentang hal yang mengusikku dalam serial ini. Spoiler Alert. Hanya uneq-uneq, jadi boleh di skip.

Baiklah, aku mau ngebahas tentang hal diluar plot yang penting untuk tidak dihiraukan. Yaitu me-logika-kan sebuah adegan, agar terlihat meyakinkan. Hal ini penting dalam kisah Urban Fantasy, apa lagi Hard Sci-fi. Karena beda dari Romance kisah Sci-fi itu butuh logika. Meski fiksi, tapi setidaknya mendekati mungkin. Kaya teori-teori tentang Quantum bullshit itu.

Baiklah, aku mulai dari world building :

Tapi sebelumnya aku mau ngebahas tentang penggambaran si karakter ceweknya. Itu motivasi si pembuat serial ini apa ya, bikin penggambaran si cewek jadi kaya gitu?

Ia berasal dari masa depan yang jedanya bukan puluhan ribu tahun, kan? Lalu kenapa dia ga tahu cara makan pisang? Kaya dia tinggal di dalam Bunker sejak lahir gitu. Ga pernah liat lingkungan kota yang normal, ga pernah liat laut.

Padahal ada adegan flashback pas dia masih kecil, belajar naik sepeda di taman yang banyak orang, pas ulang tahun orang tuanya mampu beliin Handphone. Berarti mampu, kan? Terus kenapa cara makan pisang aja ga tahu? Dan harusnya laut juga sudah pernah liat dong. Setidaknya dari TV atau internet lah, kalau ga pernah liat langsung.

Atau jangan-jangan karena tokoh ceweknya itu katro dan ga pernah dapet pelajaran sejarah?

.

Terus adegan yang mengusung Rule of Cool yang serangan rudal menghancurkan kota itu, meski ga diperlihatkan dari mana datangnya rudal-rudal itu, tapi tetep keren aja kelaiatannya. Bahkan semua adegan saat penyerangan dan aftermatch nya itu keren-keren. Harusnya serial ini mengambil tempat saat pengehoman dan setelahnya aja. Genrenya diganti jadi Disaster/Survivor gitu. Pasti lebih pas dengan kisah cintanya, dan juga lebih seru.

Dan setelah adegan keren itu tadi disambunglah dengan adegan orang gila nyari-nyari anak. Kesannya maksa sekali untuk sekedar bikin adegan dramatis si ibu berkorban saat mau masuk Bunker.

Dan itupun aku udah merelakan Bunker nya dibuat khusus oleh si cowok untuk keluarga si tokoh cewek hanya dalam beberapa hari/minggu saja. Dan anti-bom pula. Ya, meski masih memungkinkan sih asal punya uang yang ga ada habisnya. Tapi tetep terasa dipaksakan.

.

Terus lingkungan di masa depan nya itu keren, tapi alasannya maksa beud. Berasa kaya peradaban manusia sudah hancur gitu. Ada geng dan kelompok kecil kaya di film-film Zombie atau Dystopian yang udah ga ada negara lagi.

Padahal itu cuma perang, bukan kehancuran umat manusia karena virus, robot, atau alien, kan? Harusnya orang-orang yang tinggal masih ada harapan untuk nyebrang ke Cina, Jepang, atau Rusia. Dan bukan malah pada melompati waktu seolah dunia sudah hancur dan ga bisa ditolong lagi. Organisasi dunia juga harusnya masih ada dan tidak tinggal diam, kan? Mereka pasti melakukan penyisiran untuk menyelamatkan korban yang ga sempat melarikan diri.

Setting kota yang ditutupi hutan dan dipenuhi binatang buas mirip I Am Legend itu memang keren. Aku selalu suka liat dystopian kaya gitu. Tapi apa itu mungkin kalau cuma disebabkan oleh perang sebuah atau beberapa negara saja? Pihak luar pasti akan mengambil alih wilayah Korea dan membangunnya ulang. Terbengkalai juga paling lama 5 tahun, mentok-mentok 8-10 tahun.

Dan kalau kita beranggapan wilayah itu dibiarkan karena terkontaminasi radiasi nuklir kaya Chernobyl, harusnya ga bakalan ada orang yang masih bisa tinggal di tempat itu. Yang tinggal harus pake baju Hasmat biar selamat, dan bukan cuma pake masker doang, kaya si tokoh utama.

Dan kalau memang anggapannya ga semua tempat terkontaminasi, ya harusnya sudah dibangun ulang itu kota. Ambil contoh Hiroshima sekarang ini. Meski mereka masih mencoba menetralkan wilayah-wilayah yang masih terkontaminasi radiasi nuklir, tapi tetap ada usaha untuk membangun ulang kota. Bahkan dapat bantuan dari dunia luar. Dan tempat-tempat yang masih terkontaminasi radiasi itu tidak dihuni sama sekali.

Dan kalaupun karena masalah Politik, pasti PBB ga akan tinggal diam. Ujung-ujungnya ditunggangi, kalau memang negara korea masih ada. Atau dibagi-bagi buat negara-negara lain kalau negara korea sudah ga ada.

Apa lagi dengan adanya mesin waktu itu. Semua orang pasti akan rebutan untuk mendapatkannya. Karena untuk menghidupkan mesin itu, berarti dibutuhkan pembangkit tenaga listrik yang cukup besar. Bagaimana si Sigma mengatasi biayanya? Dari orang-orang yang melompat ke masa lalu? Mereka orang-orang kére bayar pakai apa? Bahkan uang kertas aja di situasi itu dibuat jadi bahan pembuat api.

Apa hal itu tidak akan menimbulkan kecurigaan pihak luar bila di kota hancur masih ada pembangkit tenaga yang masuh jalan?

Terus ditambah banyaknya orang yang mencoba melakukan lompatan waktu, dan terlihat antrian panjang kaya yang lagi di bandara, pas si cewek mau berangkat ke masa lalu. Ga mungkin kalau hal itu ga bocor ke negara lain, kan? Mereka orang biasa dan banyak. Bahkan si cewek aja dapat urutan ke 250811.

.

Terus juga tentang peradaban orang-orang yang tinggal. Hidup di tempat hancur, bikin pesta di kolam renang bawah tanah, sementara di luar banyak yang kelaparan. Apa motivasinya? Bukankah lebih baik dibangun ulang itu daerah?

Terus si tokoh ceweknya juga ga meyakinkan kalau ia tumbuh dan besar di lingkungan yang seperti itu. Bayangkan, ia digambarkan punya pistol dan senapan dicat meriah dan ditempelin stiker kaya di game Fortnite atau PUBG itu, si pembuat serial mau nunjukin apa kalau ga biar keliatan keren aja? Kalau beneran dia dalam kondisi perang, atau lagi survival, dia ga akan pake senjata mencolok yang bisa jadi sasaran tembak dari kejauhan. Apa dikira lagi event Purge?

Belum lagi pelurunya. Pabrik peluru mana yang masih buka? Banyak setting dunia dystopian selalu pake senjata klasik kaya pedang, tongkat, dan panah itu, ya karena pabrik peluru udah ga beroperasi. Apa itu peluru selundupan dari luar negeri? Terus kenapa rela beli peluru untuk hidup di kota hancur yang kalo mau makan aja harus njarah toko kaya gitu? Belum lagi makanannya basi. Apa untungnya? Ga masuk akal.

Kalaupun selama 15 tahun itu negara Korea selatan masih ada, dan masih terjadi peperangan berkepanjangan. Pasti hasilnya kaya Jalur Gaza. Kota-kota pada hancur. PBB dateng buat melakukan pengamanan.

Karena perang ga akan menghancurkan umat manusia bila ga ada campur tangan Virus dan Kecerdasan Buatan yang berontak. Lihat saja sejarah. Kita udah ngalami 2 kali Peranng Dunia. Dan manusia ga musnah, meski beberapa tempat dan negara hancur. Itu karena selama masih manusia yang membuatnya, mereka pasti punya batasan agar tetap bisa hidup nyaman meski hanya buat dia dan kaumnya saja.

Terus balik ke tema awal, kalau memang sudah ga perang lagi selama 15 tahun, bukannya barang-barang di toko pasti udah habis dijarah ya? Meski jumlah penduduk berkurang setengah sampai 3/4 nya, kaya di cerita-cerita Zombie, tetep barang-barang di toko itu bakalan habis dalam 5 tahun paling lama.

Sedang ini barang-barang masih keliatan banyak. Kaya perang baru aja terjadi antara 1-3 tahun yang lalu. Karena ada adegan si cewek lagi ngumpulin barang-barang di kota hancur sambil dengerin lagu BTS.

Terus masih ada orang yang tinggal kaya gelandangan di dalam terowongan dan mulai mati kelaparan? Kalau mereka masih bisa hidup di tempat itu, kenapa ga pada bercocok tanam, coy? Kan daerah sekitarnya hutan belantara gitu. Jedah mereka tinggal dari saat perang itu, mulai ketika si cewek berumur 9 tahun sampai segede itu coba? Masa ga kepikiran?

Kalau semisal pun masalahnya adalah kelompok-kelompok jahat yang mengganggu, pasti mereka bakalan memanfaatkannya bila melihat ada lahan makanan, dan ga mungkin malah dihancurin. Mereka kan masih manusia. Lain cerita kalau itu Zombie.

Sebenarnya dari semua masalah di atas itu bisa diselesaikan dengan gampang. Yaitu jangan menjadikan perang sebagai latar belakangnya. Harus sesuatu yang mengancam kelangsungan hidup manusia. Jadi masuk akal dari sisi politik dunia dan motivasi para ‘imigran gelap’ nya.

.

Terus ngomongin para pelompat waktu, ada beberapa hal yang rasanya cumd sengaja dijejalkan untuk kebutuhan plot dan twist.

Yang pertama itu tentang kejadian waktu si cewek jadi hantu. Itu gimana ceritanya? Bukankah cara kerja mesin waktu itu kaya copy-paste, ya? Terus cairan yang disuntikan itu memutasi apaan kok sampai sosoknya masih ada tapi bisa ke dunia lain? Apa semacam obat penenang halusinasi? Apa malah keberadaannya benar-benar dipaste ke timeline lainnya tanpa alat? Gimana cara kerjanya kalau gitu? Jadi selama ini tubuh manusia bisa melakukannya tanpa alat?

Terus kalau cuma kesadarannya aja yang dipaste ke timeline lain, kenapa ia bisa nyentuh-nyentuh saat berada di timeline itu? Apa itu semacam dunia paralel kaya yang di film Dejavu?

Dan kalau memang cuma kesadarannya aja, terus kenapa harus bawa-bawa suntikan penangkal yang wujudnya fisik. Gimana cara masukinnya?

Apa itu semacam keberadaan yang sejenis ama Time Paradox yang kalau dia ketemu dengan dirinya dari masa lalu terus menyatu gitu?

Ini kan bukan King the Eternal Monarch yang time travel nya pake kekuatan mistis. Kenapa adegan ini ga dijelasin bagaimana cara kerjanya? Apa cuma sebagai alat narasi buat bonding kedua tokoh utamanya agar lebih dekat?

Kemudian bagaimana cara dan syarat orang-orang agar bisa melompat ke masa lalu? Mereka bayar? Atau ditentukan sesuai rencana Sigma? Terus kenapa saat di masa lalu mereka ditangkap dan dikurung. Sampai disiksa segala? Apa tujuannya?

Sebenernya masih banyak hal yang ga dijelasin dalam serial ini. Tapi karena minor, jadi masih bisa tidak dihiraukan. Seoerti tentang bagaimana si jagoan cowoknya dapet upgrade ingatan. Apa abu yang dibawa pegawainya dari masa depan itu dari timeline yang berbeda? Apa itu semacam riak waktu yang hanya berdampak pada individu yang melakukan perubahan? Dan sejenisnya.

Tapi adegan di endingnya itu malah ga buat penasaran sama sekali. Aku menganggapnya sebagai ‘Mode Happy Ending’ yang biasa ada di serial-serial bergenre Romance Fantasy/Sci-fi yang punya Sad Ending. Semacam hadiah buat para penggemar Romance Happy Ending.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.