Komen Drakor : Run On

Satu lagi drama romansa bertema profesi dengan tropes ‘takdir’ atau ‘kebetulan’ ditambah sedikit tropes ‘Si kaya dan Si miskin’.

Bercerita tentang pelari dan penerjemah film yang bertemu dengan tidak sengaja, yang kemudian berujung suka. Tipikal lah pokoknya.

Tapi genre Romance itu memang menyenangkan diikuti kalau karakternya menarik dan menghibur. Terkadang malah bisa mengalahkan alur cerita yang ga mutu.

Dan tokoh-tokoh dalam serial ini punya sifat yang unik dan menarik. Selalu ngomong dengan terus terang dan terkadang sarkas. Yang membuat hubungan kedua tokoh utamanya terasa fresh dan tidak tipikal. Meski galau putus nyambung, dan plin-plan mengambil keputusannya masih ada.

Cewek jagoan utamanya cakep. Hidungnya mancung, giginya bagus. Bahasa inggrisnya mantab.

Terus karakternya si Sooyoung itu juga punya sifat yang unik dan menghibur. Akting nya juga meyakinkan. Berasa sifat aslinya.

(OoT : Sejauh ini sih baru Sooyoung aja anggota dari SNSD yang ku tonton serialnya. Jadi belum bisa bandingin kemampuan aktingnya ama anggota yang lain. Tapi tahun 2020/2021 ini banyak dari anggota SNSD yang muncul sebagai karakter penting dalam drama. Dan setelah ini sih daftar tontonku : Break up Probition, Hush, dan terakhir Private Lives kalau ada mood. Soalnya baca sinopsisnya kurang tertarik.)

Kembali ke komen drakornya :

Alurnya berjalan lambat karena tidak hanya berpusat pada cerita cintanya saja. Dan karena cerita di luar cinta nya itu tidak terlalu mendalam, alhasil di pertengahan seri, sekitar eps 8 ke atas, cerita mulai sedikit membosankan dan terasa lambatnya.

Mungkin karena tidak ada ketegangan atau sekedar eskalasi masalah untuk membangun klimak. Semuanya digambarkan adem ayem aja gitu.

Bahkan endingnya aja ga punya klimak.

Sedang kisah buat kisah cintanya sih lumayan bagus kalau menurutku. Lebih memusatkan pada komunikasi dalam hubungan. Sederhana tidak hyper atau melodrama. Bahkan adegan romantisnya terkesan alami. Alias tidak norak saat ditiru di rylyf.

Apa lagi adegan di eps 14 nya itu. Kasual, kocak, tapi uwu. Memang sih, kisah cinta si tokoh utama itu uwu sekali.

Serial ini juga samar mengusung tema self love. Dan normal untuk jadi tidak sama dengan orang lain.

Adegan terakhir pas duduk jejer-jejer nonton bioskop itu entah kenapa aku suka. Meski cheesy sekali.

Nilainya : 3.5/5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.