Komen Drakor : Alice

Serial Sci-fi Perjalanan Waktu/Dunia Paralel yang jelimet, dengan bumbu Odipus Complex.

Bergenre perjalanan waktu membuat serial ini tidak luput dari alur cerita yang kusut. Ditambah dengan ketidak konsistenan teori, membuatnya dipenuhi dengan plot hole. Dan yang lebih disayangkannya lagi adalah, punya premis bagus tapi tidak dieksekusi dengan baik.

Aksi dan special efeknya manteb sekali. Namun sayangnya lewat dari eps 5 sudah tidak ada lagi.

Dan tadinya kupikir bakalan ada kasus yang berbeda di tiap episodenya, supaya cerita ga kerasa terlalu dipanjang-panjangin dalam 16 eps, tapi ternyata tidak. Jadi rasanya mulai bosen pas udah masuk eps 8 alias setengah dari keseluruhan serinya.

Nilainya 2/5

Peringatan setelah ini tulisan akan mengandung Spoiler berat.

Buku Nubuat yang dalam cerita diperlakukan sebagai MacGuffin itu harusnya mengindikasikan tentang Self-fulfilling Prophecy. Tapi seiring berjalannya cerita, masa depan berubah-berubah. Lalu kenapa cerita bergerak karena buku itu? 😦

Terus satu lagi. Dalam serial dengan tema Time Travel itu tidak mengenal kata terlambat karena dibohongi. Tidak mengenal kematian dan perpisahan. Karena pada dasarnya waktu dapat diputar.

Jadi butuh kondisi khusus untuk membuat tema cerita seperti itu berjalan dalam kisah yang berhubungan dengan waktu.

Maka kalau ada adegan orang yang punya mesin waktu terus berdiri sedih dan menyesal di depan makam mendiang kekasihnya itu kaya bodoh aja. Ga ada dampaknya.

Adegan mendengarkan rekaman dari pasangan yang sudah mati sambil nangis ini apa maksudnya apa? Yang bener aja? Dalam cerita yang memiliki mesin waktu tanpa adanya batas lompatan?

Dan juga memasukan elemen detektif yang menyelidiki tersangka pembunuhan, dalam serial Time Travel itu adalah hal konyol yang lain lagi. Kan tinggal balik saat kejadian terjadi? Kalau emang ga mau ikut campur untuk merubah sejarah, tinggal dilihat aja dong siapa orangnya terus ditangkap pas di masa depan. Kan beres.

Dan parahnya lagi, di serial ini ada adegan seorang penjelajah waktu yang telat dateng dan si korban yang ada di sebuah hotel sudah mati duluan. Gregetan ga, sih? Kan bisa balik waktu sebelum dia mati. Karena dalam serial ini juga tidak ditunjukan adanya larangan atau dampak buruk saat berpindah waktu. Bahkan membunuh orang di masa lalu juga biasa aja.

Kayanya yang nulis cerita lupa kalau ceritanya punya alat yang dapat kembali ke masa lalu.

Terus penulisan karakter utamanya sedikit aneh kalau menurutku. Awalnya kasih indikasi kalau dia emotionless dan kesan ambigu apakah psikopat atau bukan. Terus begitu gede jadi berubah Odipus.

Tapi dari semua itu, perkembangan mental karakternya ini tidak dibutuhkan sama sekali dalam penggerak cerita ataupun elemen dari Time Travelnya.

Rasanya kaya sub-plot mengenai orang yang belajar mengenal cinta. Tapi tidak benar-benar nyambung dengan masalah dan alur utama serial ini. Jadi kaya ditempel aja biar ada cinta-cintanya gitu. Buat narik pasar genre Roman.

Tapi ya, perkembangan Romance nya jadi Odipus Complex karena alur utamanya.

Ya, meski sang ibu dan tokoh utama ceweknya orang yang berbeda karena berasal dari dimensi lain, tapi tetap saja itu doppelganger ibunya. Dan itu membuat aku rada ga bisa nyambung saat ada adegan romantis dengan sang ibu. Berasa Incsest. Tapi itu pendapat pribadi, sih.

Dia yang jadi kunci penutupan pintu waktu juga tidak berdampak besar pada cerita. Karena narasi berpusat pada orang-orang yang ingin mendapatkan Buku Nubuat tersebut. Dan bukan karena dia.

Lalu yang terakhir dia memiliki kekuatan waktu yang Super Power itu, tapi terkesan Meh aja gitu. Seolah kekuatan itu diberikan oleh sang penulis sebagai atribut karena dia anak yang ditakdirkan, dan juga sebagai gimik dan alat pengerak cerita.

Semacam tombol reset buat cari gampangnya mengakhiri cerita yang udah dibikin super rumit ini tanpa harus melakukan penjelasan.

Kemudian di eps 14 si cewek dapet ingatan dari dirinya yang dari dunia lain, dengan penjelasan kalau doppleganger bertemu, ingatan dan perasaan mereka jadi terbelit. Tapi kenapa baru di eps 14? Bukannya si cewek itu udah ketemu si ibu sejak kecil. Bahkan tinggal bersama dalam waktu tertentu. Apa triggernya? Saat melihat hal yang sama? Kenapa pas ngeliat si tokoh utamanya ga ketrigger? Kenapa cuma pas liat si suami doang?
Apa triggernya ada pada waktu dan saat tertentu? Atau karena umur?

Curigaku sih, antara penulisnya lupa, atau cuma pengen kasih istilah dengan nama keren aja. Belitan Kuantum gitu.

Dan begitu konsep ini muncul, sifat si jagoan berubah jadi pengerak cerita. Tapi habis 2 eps ilang aja, ga dibahas dan ga dijelaskan sama sekali.

Terus cerita jadi mirip film The One nya Jet Lee. 😔

Udah ga ngerti lagi karakter ini motifasinya apa? Karakter itu tujuannya apa? Karena sangking ribetnya.😪

Terus adegan di eps terakhirnya itu meski cukup keren, tapi penuh dengan ketidak konsistenan. Seolah penulis lupa kalau jagoannya itu punya kekuatan waktu. Paling ngga yang versi tua.

Apa jangan-jangan ini yang nulis ganti-ganti, gitu?

Karakter utama ceweknya juga ditulis sedikit annoying saat dalam ‘Romance Mode‘ dan bikin rada kurang meyakinkan kalau dia adalah profesor jenius. Apa lagi kalau dibandingin sama sifat dirinya yang masa depan. Jauh banget.

Bukan bermaksud stereotype sih, tapi menurutku, jenius itu punya pola karena menyangkut kemampuan otak. Seperti yang sudah disinggung di awal eps, tentang otak kanan dan kiri.

Juga akan lebih meyakinkan kalau reference dan joke yang dikeluarkan si karakter berhubungan dengan science kaya orang-orang di serial The Big Bang Theory.

Ada sih, satu contohnya : Yang pas lagi ngobrol tentang waktu berjalan cepat saat jatuh cinta, terus si cewek itu jawab kalau yang paling cepat adalah cahaya.

Itu adalah referensi ilmiah yang wajar dia keluarkan karena dia seorang ilmuan. Sama seperti seorang Wibu yang mengunakan referensi Jojo atau Omae wa sindeiru Meme saat bikin lelucon. Jadi make sense gitu.

Tapi sayangnya hal kaya gitu cuma 1-2 aja dalam dialog. Apa lagi begitu memasuki ranah romantis, langsung jadi generik tokoh cewek roman drakor pada umumnya.

Tapi aku salut karena artisnya bisa bikin aku ngerasa bahwa itu 2 karakter yang ia perani itu adalah 2 orang yang berbeda. Mantab.

Terus banyak misteri yang tidak dijawab. Seperti bagaimana dunia bisa ke reset hanya dengan membunuh si tokoh utama versi tua? Siapa yang menulis Buku Nubuat dan bagaimana pertama kali diketemukan? Apa itu Alice? Apakah sebuah organisasi besar, atau hanya korporasi?

Semua ga terjawab karena memang ga dipikirkan sejak awal bikin cerita. Alias kasih aja ini itu hiar kedengarannya keren.

Setelah ini aku mau nulis tentang uneq-uneq dan teori asum-shit ku tentang Time Travel dalam serial ini. Ga dibaca juga gapapa. 😀

Pertama, Note di tembok yang dibaca oleh si cewek pas dia terlempar ke masa depan itu menunjukan bahwa tahun 2021 itu bukan dunia parallel nya orang-orang dari Alice, tapi hasil dari dunia 2020. Hal ini konsisten ama 2010 di eps 4.

Tapi pas di eps 9 di tahun 2021, si direktur berkacamata ngomong kalau dia tahu tokoh utama ceweknya bakalan ke tahun 2021 pas dia balik lagi ke tahun 2020 itu, logisnya bukan masa depan dunia paralel dong, ya? Yang mana seharusnya siklus tidak bisa berubah lagi, kan? Terus kenapa tiba-tiba berubah di eps-eps ke depannya? Ga konsisten sekali.

Kalau memang teorinya mereka pindah ke masa lalu atau masa depan dunia paralel, terus kenapa ada yang nyambung ada yang ngga? Apa ada lebih dari 2 dunia paralel? Selain dunia asal orang-orang Alice dan dunianya si tokoh utama?

Terus kalau gitu pas si tokoh utama balik ke tahun 2010 buat ketemu ibunya, itu masa lalu dunianya siapa? Kenapa si ibu tua dan ibu muda masih tetap ada dalam 1 lini masa? Apa itu masa lalu dunia aslinya? Atau itu dunia paralel yang lain lagi?

Kalau memang teorinya ditiap kali lompatan ke masa lalu selalu membentuk dunia paralel yang baru, kenapa lompatan ke tahun 1992, 1998, dan 2010 itu berdampak pada masa depan dunia asli tokoh utama? Seolah itu adalah sejarah yang sudah terjadi.

Dan semakin mendekati pengungkapan misteri cerita semakin menjadi rumit. Yang baik jadi jahat, yang jahat jadi baik, dengan menganti orang dari dunia lain. Ya, cara bikin twist yang paling gampang, sih emang.

Dan kalau memang menganut teori Quantum Mechanic ala Avengers End Game, yang sebenernya kita ga ke masa lalu atau masa depan dunia kita sendiri, melainkan ke dunia paralel, harusnya ga ada yang namanya Buku Ramalan. Karena apa yang ditulis di masa depan, begitu dibawa ke masa lalu berarti masa depan sudah tidak akan sesuai dengan apa yang ditulis di buku tersebut. Alias jadi ga valid lagi.

Juga kenapa yang tokoh utama yang udah tua itu kaget saat ibunya bunuh diri? Bukannya dia ama yang versi muda itu orang yang sama? Aturan dia udah tahu dong kalau si ibu bakalan bunuh diri.

Belum lagi looping tahun 2010 itu bukan masa lalu dunia lain. Jadi si jagoan bisa kembali ke masa lalu aslinya. Jadi harusnya dia bisa balik 2-3 sampai ratusan kali untuk mencegah ibunya mati dong, ya?

Tapi sangar juga versi tuanya. Ditembak pas kepala masih punya momen duduk buat ngeliatin ibunya sambil angkat tangan. Terus ilang kaya yang kena jentik Infinity Gaunletnya Thanos.

Terus kalau teorinya saat di reset semua penjelajah waktu hilang, berarti si jagoan cowok ama si jagoan cewek itu bukan mereka yang sebenarnya dong. Karena ibu mereka berdua kan sama-sama penjelajah waktu.

Ditambah lagi, si cowok ga ngenali wajah si cewek yang mana adalah wajah ibunya sendiri itu indikasi bahwa ibunya ga berwajah kaya cewek itu. Alias orang lain.

Dan juga kalau adegan di akhir itu adalah lanjutan dari adegan dimana ibunya ga jadi mati, harusnya si jagoan masih kenal dong sama si temen wartawannya. Meski mereka lama ga ketemu. Secara cuma selisih 10 tahun. Juga mereka temen SMA.

Atau tokoh utamanya itu cuma kebetulan mirip aja? Tapi kenapa bisa gambar rumahnya yang lama?

Jadi apa esensinya? Mereka bereinkarnasi? Ini cerita Sci-fi atau Fantasy Romance, sih?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.