Komen Drakor : Start-Up

Peringatan, Review ini berdasar dari ekspektasi ku yang ketinggian.

Serial dengan judul yang click bait? Alias ambigu itu kata Start-Up maksudnya terminologi Perusahaan Rintisan atau bahasa inggris yang artinya Memulai? Karena serial ini isinya Romance aja semua. Perusahaan Rintisannya cuma gimik alias Click Bait doang 😦

Mungkin tulisanku kaya penuh dengan spoiler, tapi percayalah, semua yang ku tulis itu cuma bagian dari gimik serial ini, dan ga ada sangkut pautnya dengan inti cerita.

Bayangan awal saat ngeliat trailer dan baca sinopsisnya adalah serial ini mirip ama serial Level Up atau Rich Man Poor Woman yang tema bisnisnya lebih ditekankan.

Dengan setting yang mirip ama serial kompetisi ala-ala The Dream Band, tapi di bidang bisnis. Terus di dukung keahlian programing nya si cowok, ama kegigihan si cewek buat jualan, udah jadi formula yang pas buat serial yang bertema profesi kaya gini.
Mirip Bakuman kalau yang versi manga. Ngebangun Tim Underdog, ngelatih skill, terus menggebrak dunia.

Tapi ternyata teet tot! Saya dapet Zonk. 😦

Latar ceritanya sih, edgy sekali. Alias kekinian supaya related sama generasi sekarang. Tentang pemuda-pemudi yang mencoba bergerak di bidang industri kreatif rintisan. Tapi inti ceritanya sendiri tentang kisah cinta segitiga. Dengan bumbu yang cukup rumit dan aneh ala-ala komedi romantis.

Pake tipu-tipu dan nyamar-nyamar gitu. Tipikal lah pokoknya. Kalau buat film lepas, tema kaya gini cukup bagus karena kita ga perlu berlama-lama ngeliat orang logis mengambil keputusan absurd demi menutupi kebohongan yang ga jelas ujungnya. Tapi kalau buat serial, tema ini cukup menghawatirkan.

Adegan tipu-menipu dalam film dan serial itu menarik kalau tujuannya kuat. Seperti menipu buat cari duit, buat balas dendam, atau buat jebak lawan. Tapi jadi tidak menarik kalau tujuannya remeh kaya buat jadi pacar, buat gegayaan depan cewek, atau buat cari jodoh. Karena tema kaya gitu bagian serunya adalah bagian dia ketahuan, sadar, dan akhirnya mencoba untuk memperbaiki kesalahan.

Dan meski tingkat kerumitan tipu-tipunya berkurang seiring episode, tapi sampai eps 9 masih aja tipu-tipu. Padahal judul per eps nya selalu pakai istilah bisnis, tapi isinya cuma cinta segitiga tipu-tipu. Ironis. 😦

Sebenarnya bagian bisnisnya, atau sisi Start-Up nya itu lumayan bagus. Rencana dan intrik dalam persaingan bisnisnya seru. Tapi ya, cuma sedikit.

Kadarnya mungkin cuma 25%. Sisa yang 40% diisi Cinta segitiga, dan 35% nya lagi komedi. Alias 75% Romkom.

Belum lagi penggambaran karakter pendukung yang lebih baik karakter utamanya. Kalau kata orang-orang, ‘too painfull to watch.’

Ya, paling tidak karakter si mentor kompeten dan baik hati, sama programer yang suka playing victim dan aji mumpung itu ditulis dengan baik, dan diperankan dengan baik pula.

Padahal kalau memang mau menitik beratkan pada drama, akan jauh lebih menarik untuk nyoroti hubungan rival antar 2 saudari itu. Dan kisah si kakak yang ‘bertarung’ kelayakan dengan ayah tirinya. Dari pada cinta segitiga. Banyak potensi dalam serial ini yang dibiarkan demi meraih pasar penonton romkom. 😦

Seperti bagian si tokoh cewek yang bekerja sama dengan kakaknya. Padahal akan sangat menarik melihat hubungan mereka berdua. Tapi karena di poster promosinya adanya si cowok, jadi demi agar si cowok itu tetap ada dalam cerita, maka di skip bagian itu. Tau-tau udah sangar aja.

Tapi terlepas dari itu semua, serial ini berhasil menangkap gairah muda yang masih idealis, naif, kreatif, dan perlu banyak belajar dengan sangat baik.

Setting lokasi dan prop nya manteb banget. Itu kantor beneran ga sih?

Terus pengambilan gambar dari udaranya banyak, special efek nya bagus, transisi adegannya asik, musiknya mantab, Bae nya luar biasa cakep.

Clip opening yang lagi jalan berempat tampak atas itu menurutku artistik dan kece. Yang ternyata adalah adegan …..
Terus punya scene tambahan setelah end title credit di tiap eps sebelum preview. Mirip ama serial 18 Again. Yang menurutku unik dan menarik. Berasa Omake dalam sebuah manga.

Terus kisah hangat non-romatic nya si anak baik sama si nenek itu adalah definisi dari true love!
.

Endingnya biasa aja. Hepi ending tapi ga greget. Meski format foto berjejer buat kasih preview setelahnya itu cukup menarik, tapi hanya si tokoh utama doang. Yang lain ga tahu bagaimana kelanjutannya.

Nilainya : 3/5

Soalnya Bae cakep meski rambut panjang. Itu breakdown nilainya : 0.5 buat cerita yang bagian bisnisnya, 0.5 nya lagi buat kisah hangat si nenek dengan anak baik dan keluarganya. Kemudian yang 2 lagi buat si Bae.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.