Komen Drakor : 12 Nights

Serial yang bercerita tentang Unmyong, Unmei, Fate, Takdir.

Aku selalu suka kisah tentang perjalanan dan pertemua tak terduga kaya gini.
Tema falling in love with stranger emang selalu menarik dan punya banyak hal buat disajikan.

Serial ini mengingatkan ku ama mini series jadul yang dibintangi oleh Won Bin & Kyoko Fukada, berjudul Friends. Premisnya mirip.

Berkisah tentang 2 musafir yang melarikan diri dari rutinitas dan kehidupan mereka. Yang kemudian dipertemukan oleh takdir di tanah pertiwi mereka.

Kisah 12 malam yang dikemas tepat dalam 12 episode.
Punya 3 waktu yang seolah jadi penanda 3 babaknya.

2010 untuk prolog, 2015 untuk masalah si cewek, 2018 untuk masalah si cowok dan penutup. Tiap babak terdiri dari 4 malam.

Alurnya berjalan lambat karena diisi dengan flashback dan update penjelasan konflik selama jedah waktu panjang di tiap 4 eps. Dan juga ditambah cerita dari karakter pendukungnya.

Tapi bagus juga tiap 4 eps punya narasi penutupan babak gitu. Jadi berasa kaya akhir season mini seri.

Hanya saja yang disayangkan, di tiap tahun ada karakter pendukung yang cuma sekedar lewat. Ga ada kelanjutan, penutupan kisah, atau bahkan berdampak pada karakter atau plot cerita.
Jadi cuma kaya orang yang kita temui di perjalanan aja, cuma punya screen time yang lebih buat sekedar jadi figuran.

Jadi kesannya seolah ada peran penting buat karakter-karakter tersebut, yang kemudian dipotong gitu aja oleh sutradara.

Terus punya tema samar tentang ‘Menentukan sesuatu untuk orang yang dikasihi’ atau ‘melewati batas’ di hampir setiap permasalahan yang dimiliki para karakter.

Dan supaya menambah citarasa seni nya, maka serial ini diisi dengan bidang seni budaya. Mulai dari Photographer, Penari, Penulis Novel, Penyair, Musisi, sampai Pelukis. Kurang karakter Pengerajin aja sih yang belum muncul.

Adegan diisi dengan latar bangunan yang oriental dan pengambilan gambar yang artistik dan romantik. Juga diisi tarian-tarian kecil di sela-selanya. Tak lupa iringan musik yang cukup kece.

Mungkin yang aku ga suka itu si karakter cowoknya saat eps-eps terakhir. Rada annoying.
Tapi untung cuma sebentar. Dan endingnya aku suka.

Nilainya : 3/5

Serial ini adalah contoh yang bagus dalam menggambarkan karakter utama yang tiba-tiba masuk ke kehidupan cinta orang lain, tapi tidak berkesan ‘mencuri’ cinta. Atau dari sisi lainnya, karakter utama tidak terasa ‘berkianat’ memilih cinta yang baru.

Yaitu dengan tidak terlalu memperlihatkan keintiman dari si karakter pendukungnya. Kalaupun harus diperlihatkan, tidak boleh sampai mencuri simpati.

Jadi penonton ga punya ikatan untuk memihak.
Dan memang seharusnya seperti itu. Karena tujuan cerita adalah agar penonton membela atau bersimpati pada tokoh utama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.