Komen Drakor : Arthdal Chronicles

Serial High Fantasy yang cukup niat. Bukan hanya di badget produksinya, tapi juga di Lore dan Worldbuilding nya. Detail dan Mantab abis!

Aku suka dunia rekaan yang kaya akan kisah dan sejarah. Padahal yang ku tahu ini bukan adaptasi dari novel, komik, ataupun game.

Ditambah penggambaran ras, kebudayaan, bahasa, dan teknologi nya yang cukup detail. Aku lebih terkesan dengan semua itu dibanding props, kostum, visual efek, dan adegan aksinya, yang jelas berbudget gede.

Punya format yang rada beda dengan serial TV korea kebanyakan. Yaitu menggunakan Part dalam waktu release nya. Yaitu 6 eps per part. Yang mana ada 3 Part dan totalnya 18 eps.

Ceritanya sih tipikal genre fantasy. Pahlawan yang terpilih (Chosen One Tropes)

Alur ceritanya menarik, tapi fase nya berjalan lambat di part pertama. Mungkin karena menceritakan banyak sudut pandang dan latar belakang yang membuatnya terkesan lambat. Disamping juga kurangnya adegan yang mengelitik emosi dan sanubari. Atau mungkin kesalahan editing?

Sedang di Part ke duanya mulai menarik. Eskalasi ceritanya berjalan cepat dan seru. Dibanding part satu, ending part dua sangat bikin penasaran.

Part 3 nya lebih menarik karena menceritakan petualangan tokoh utamanya mencari kekuatan.

Penulisan karakternya juga bagus. Punya cukup banyak karakter 3 dimensi. Dan motive pengerak yang tidak maksa. Alias alasannya masuk akal. Meski memang generik karakter cerita Fantasy. Tapi selama ditulis dengan baik, penonton akan dibuat sulit buat pro ke salah satu sisi.

Terus casting sama propsnya itu juga niat sekali.
Ras darah biru nya itu yang meranin orang-orang dengan tampang semi kaukasia gitu.
Sedang ras suku air, tampang Xabara nya Nippon sekali.
Terus itu suku pandai besi nya punya vibe Cina daratan gitu.

Mirip serial The Last Airbender. Membagi suku dan negara berdasar dari kebudayaan dan rasial Asia yang keliatan bedanya.

Dan karena aku nontonnya setelah baca sinopsinya doang yang menarik, jadi baru sadar di akhir eps 2 kalau yang jadi tokoh utama itu sama ama yang main di Decenden of Son. Alias si Joong-Ki ama si cakep Ji-Won 😀

Itu sama kaya pas aku nonton film Man from Nowhere. Baru tahu itu Won Bin setelah potong rambut. 🤣

Nilainya : 4.8/5

Terus quotes : ‘Belajarlah dari kearifan benih, tapi jangan coba untuk menumbuhkannya. Berkomunikasilah dengan hewan, tapi jangan coba untuk menjinakannya.’ Itu filosofinya apa yak, mon maap klo bleh tau nih? Jadi kita tidak boleh beradab karena bisa merusak lingkungan dan ecosistem gitu?

Tapi menurut yang ku baca di internet, banyak yang bilang serial ini mirip Game of Throne.

Itu yang bilang pasti antara orang yang hanya nonton Game of Throne karena populer, atau ga pernah tau cerita High Fantasy selain Game of Throne.

Karena menurutku jauh berbeda. Kalaupun ada kesamaannya, ya genre fantasy sebelum Game of Throne juga mirip kaya gitu semua.

Kalau yang mau disamakan adalah intrik politiknya, pasti yang bilang ga pernah nonton film atau serial cina yang kerajaan-kerajaan gitu. Bahkan geopolitik Game of Throne sendiri diilhami dari politik dunia nyata. Alias perang Saudara di Prancis.

Atau mungkin karena adanya ras manusia berdarah biru yang mirip White Walker itu jadi dibilang mirip Game of Throne? 😓

Itu mungkin kalau serial Tutur Tinular atau Sahur Sepuh dibuat dengan budget gede dan niat, orang-orang pasti juga bakalan ngomong kalau cerita itu mirip ama Game of Throne lagi?

Juga banyak yang bilang teknologi dan masanya ga cocok. Memang banyak teknologi yang ga pas dengan kebudayaan dalam serial ini. Tapi karena seri ini bukan prasejarah dunia kita, jadi ga ada yang namanya kecocokan logis pada dunia rekaan.

Dan setelah baca-baca artikel tentang serial ini, katanya ratingnya ga tinggi karena banyak kontroversi. Tapi genre Fantasy emang segmented jadi kalau di rating diluar komunitas, akan jatuh dibanding genre drama roman komedi.

Spoiler Section.

Sekarang aku mau nulis tentang unek-unek ku selama nonton serial ini. Tapi ga terlalu penting juga, sih. 😀

Tokoh utamanya itu memang pas disebut anak terkutuk bukan hanya membawa pergolakan, tapi keberadaannya selalu membawa kematian bagi orang yang dianggapnya keluarga.

Dan karena itu jadi depresi sekali ngeliat scene-scene nya klan Wuhan. Berasa nonton film azab gitu. Klan yang terzolimi. Ga ada indah-indahnya anggota klan itu.

Kalau sesekali di beberapa eps sih gapapa. Tapi adegan sengsara ini ada di 6 dari 10 eps, kan males ya.

Aku ga suka liat orang sengsara berlebihan buat menarik simpati. Meski tujuannya buat bikin ‘hancur’ tokoh utamanya, tapi harusnya beberapa adegan cukup sih. Dan kalau di garap dengan pas, bisa sangat berdampak.

Oh, tapi kecuali si bapak ketuanya. Yang lain terlunta, dia dapet kerjaan yang sama kaya passion nya. Pucuk dicinta ulam tiba. Atau jangan-jangan itu klan bukan di kutuk, tapi di tumbalin ama si kepala desanya? Jadi curiga aku.

Terus yang jadi best couple nya menurutku malah si Tagon dan Taelha dari pada si dua tokoh utamanya.

Karena kisah cinta mereka jauh lebih dalam dari sekedar cumbu rayu dan adegan mesra. Cinta mereka bisa jadi saling tikam tanpa mikir karena saling mengenal dan percaya satu sama lain. Cinta yang ga egois.

Kemudian Penyerangan ke Iark saat prajurit menyeberangi Padang Air Mata itu mengingatkanku ama bagaimana Mongol menyeberangi gurun buat nyerang Ottoman.

Lalu endingnya rangkuman apa preview itu? Season 2 nya yang kabarnya mau dibikin bakalan nyeritain perangnya atau setelah perangnya? Timeskip gitu?

Terus aku juga mau bikin ramalan biar kaya Asa Sin Creed.

Jadi itu kalau penulis mau memenangkan hati fan, salah satu dari si kembar itu bakalan dibunuh. Itu cara paling aman untuk lepas dari cinta segitiga yang baru mulai berkembang antar tokoh utama.

Kalau ga mau yang mainstream dan sedikit kelam, maka itu si kembar bakalan tarung. Maksudnya dalam sekala besar. Bukan duel gitu.

Cerita seperti ini akan jadi lebih menarik menurutku, karena bila 2 kekuatan besar bertarung, maka dapat berdampak pada kehancuran dunia seperti yang telah diramalkan. Apa lagi kalau ternyata si gadis loncengnya juga ikut serta. Jadi perang 3 kerajaan gitu.

Lalu yang paling tidak kuharapkan adalah 3 tokoh utamanya bersatu untuk melawan raja jelmaan dewa itu. Meskipun menyenangkan melihat sikembar akhirnya berdampingan, tapi kisah itu terlalu standar dan mungkin akan terasa maksa bila tidak ditulis dengan benar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.