Komen Drakor : Be With You

Remake versi Korea film drama sci-fi/fantasy romance favorite ku all time yg belum tergantikan sampe saat ini. Dan masih dengan judul yg sama;

Be With You.

Film ini mencoba untuk membuat cerita jadi tampak lebih ‘nyata’ dan terlihat ‘umum’, dengan membuat semua hal jadi lebih masuk akal. Mengganti beberapa adegan yang memang terlihat aneh di film aslinya, yang jadi berdampak penambahan karakter dalam cerita. Memang sih menghilangkan beberapa karakter juga, tapi yang benar-benar tidak signifikan dalam pergerakan cerita. Dan karena penambahan karakter Tersebut membuat cerita jadi lebih membesar. (jadi ada kisah tokoh si sahabat/tukang roti yang berpengaruh dalam pergerakan cerita inti)

Perubahan narasi prolog (buku bergambar) itu menurutku terasa lebih masuk akal dengan alur cerita dan lebih ‘cute’ untuk penonton keluarga.

Perubahan karakteristik tokoh juga berdampak pada perubahan tone film keseluruhan. Yang membuatnya jadi terasa lebih komedik ketimbang aslinya. Beberapa scene roman sendu berubah jadi komedi romantis.

Beberapa adegan juga ditambahkan (paduan suara sekolah) untuk ‘memberi’ adegan sedih dalam film. Yang menurutku sih boleh-boleh saja. (mungkin digunakan sebagai pengimbang scene romcom nya)

Menghilangkan scene dan dialog yang quote-able, tapi menggantinya dengan scene dan dialog orisinal yang ga kalah quote-able nya.

Jadi overall film ini masih jadi film yang bisa dinikmati. Film keluarga/romance dengan gimik hal-hal goib. Tapi sayangnya masih belum bisa menggeser film original nya dari hati ku. Karena kenapa? Karena film ini jadi terasa ‘biasa’ dengan format dan formula yang ‘biasa’ itu tadi. Film ini seolah di design untuk pasar populer yang ga heran akan jadi film box office.

Sedang film original nya punya ambient yang sedikit ‘aneh’ seperti ‘ciri khas’ yang sering terlihat dalam film-film jepang umumnya.

Punya gaya bercerita layaknya film indie dengan cerita yang terfokus kecil pada karakter-karakter inti saja.

Scene yang tematik, artistik, dan punya nilai aestetik itu membuat nya jadi film yang unik. Tipikal film-film yang di tayangkan pada acara film festival. Itulah kenapa film ini masih tetep belum tergeser, meski oleh remake nya.

Tapi dari semua hal itu tadi yang menurutku film ini kalah dari film aslinya adalah scene kissing di akhir film.

#komendrakor #bewithyou

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.