Avengers : Thanos the Mad Titan (Infinity War)

PERINGATAN : Tulisan ini akan bebas spoiler di paruh pertama doang. So RWYOR. *ada tandanya kok πŸ™‚

Jadi apakah Thanos itu penjahat ato penyelamat? Kalo kalian jawab Thanos itu penjahat berarti kalian sudah dibutakan oleh kegantengan Starlord, Thor, Captain Amerika, Doc Strange, ama Peter from Queen. Huft!

Jadi film ke 19 dari MCU yang juga adalah prolog atau sebagian dari film ke 3 cross event Avengers ini adalah tentang Thanos. Film ini adalah akumulasi dari 3 phase MCU sejak muncul nya film Iron Man taun 2008 kemarin. Meski baru setengah nya doang sih. Jadi film ini adalah film paling diantisipasi banyak pengembar marvel, dan film ini ga mengecewakan, meski bener film ini punya kekurangan kalau menurutku.

Cerita berpusar pada si Mad Titan Thanos dan usahanya untuk mencari bebatuan infinit di seluruh jagad raya demi memenuhi misi mulia nya. Dan karena oleh sebab-sebab tertentu dia harus berhadapan dengan Avengers (juga sub unit nya Ravenger yang di Ragnarok) dan Guardian of Galaxy. Tapi tone film nya ga komedi kaya Raknarok ataupun Guardian. Tone nya juga ga bisa grounded-grounded banget kaya Winter Soldier atau Civil War. Jadilah tone film ini nanggung gitu. Mungkin sengaja dikasih cukup banyak komedi biar film ini ga dibilang ama Deadpool dark kaya DC universe kali πŸ™‚

Menurutku mengenalkan tokoh baru dengan heavy center di film kroyokan kaya gini emang ga cukup kalo cuma se film doang. Jadi nya malah kurang mengena karakternya. Contoh nya si kembar Maximoff di Age of Ultron yang baru kerasa dia karakter setelah film Civil War dan kemudian dilanjut di film ini. Loki yang jadi pokok masalah di Avengers pertama itu juga diperkenalkan dulu di film Thor sebagai karakter bukan cuma kameo, itulah kenapa ku sebut Thanos adalah tokoh baru, ya karena meski si Thanos sering muncul di film-film di MCU tapi kan cuma sekedar kameo doangan. Dan kalo berargumen Ultron juga baru dikenalin langsung jadi pokok masalah dan fine? Itu karena kita ngerti bahwa Ultron di bikin berdasar dari pola pikir Tony namun lebih extrime. Jadi kita bisa merasa mengenal dia. Sedang Thanos beda. Kita baru berusaha mengenal dia pas difilm ini juga. Dan itu jelas akan di jejal kan secara bertubi-tubi oleh si sutradara agar muat dalam 1 film. Meski menurutku si duo sutradara nya udah manteb banget menyajikan si alien ungu ini dalam durasi terbatas. Tapi bagiku itu belum cukup. Dan kemudian sisa karakter yang berjibun itu cuma mengisi posisi pertarungan aja, kaya film-film yang diangkat dari video game. Setkrai πŸ˜₯

images (24)3800366190452402956..jpg
Thanos using Infinity Stone to throw a moon

Selebihnya dari film ini adalah Awesome! Interaksi karakter yang udah kita kenal, kaya lame joke nya Starlord, sarcasm nya Tony, kebocahan nya Peter, prinsip nya Strange, kenaifan nya Thor, dan cara pandang Steve. Itu kalo mereka ketemuan bisa sangat menghibur. πŸ˜†

Terus bagian aksinya intens dari mulai gelar layar sampe kukut layar. Dikasih jeda rada panjang di tengah-tengah film doang. Team up kaya battle scene airport nya civil war, cuma ini banyak dimana-mana. °©°

avengers-infinity-war-children-of-thanos-feat2121995560649245620.jpg
Thanos & Blsck Order

Jadi menurutku film ini layak tonton, karena jelas tipe nya box office yang meriah, penuh aksi, rame special efek dan kalo nonton di bioskop itu jadi bikin seneng, karena kenapa? Karena ini film superhero alias filmnya para geek dan komiklovers tapi dipenuhi ama mba-mba dan cewe-cewe yang luvchu nan mengemaskan. ❀ (makasih kepada 3 mas Chris, 2 mas Tom ama Groot, yang udah bikin mba di bangku belakang aku triak 'kya-kya' gitu saat mereka nongol di layar)

Di rating 13 parental guarding jadi cocok buat tontonan keluarga.

NB : tampang nya Thanos ini kaya tampang nya Homer Simpson cuma dagunya garis-garis terus warnanya bukan kuning. Dah.

images (22)6103783964404750648..jpg

Nah, udah abis ini ku mo tulis yang lebih detail lagi, tapi jelas pasti ada spoiler nya jadi yang belum nonton, buruan nonton dulu baru balik lagi kemari.

Sip!

Nah jadi gini :

Mengambil dari trilogi Infinity Gauntlet komik, film ini mengadaptasi sebagian besar kisah dari pre saga pertamanya yaitu mini series Thanos Quest, dimana Thanos berusaha ngumpulin batu-batu betuah itu. Dan melihat dari scene penutup di film ini jelas bisa jadi part 2 nya ato Avengers4 nya adalah story arc nya Infinity Gaunlet. Dan hal yang ku kuatirkan adalah dengan hanya menonton trailer nya ntar, ku jadi bisa nebak jalur ceritanya kaya film yang sekarang ini. 😦 (btw Infinity Gauntlet adalah seri pertama dari trilogy Infinity Saga versi komik, seri ke2 nya itu Infinity War, kemudian terakhir Infinity Crusade yang mana makin bikin pusing ceritanya)

61l2p1scnzl326902512908603480..jpg
Dua cover komik mini series Thanos Quest

Tapi for better or worst mengangkat saga Infinity War ke layar gede udah bikin aku jingkrak-jingkrak kesenengan. Apa lagi banyak adegan yang di duplikat langsung dari panel-panel komiknya.

Banyak hal yang bikin aku ngerasa wah di film ini, kaya pas Thanos gunain kekuatan bebatuan itu alias pas dia lagi narik bulan, keren abis. Atau pas Thor pake StromBreaker nya ngebabat para Outriders. (btw StromBreaker itu nama senjata punya karakter bernama Beta Ray Bill, sedang modelnya diadaptasi dari Mjolnir punya Thor Ultimate Universe) Juga adegan kelahi antara Tony, Strange, Peter, Wong, versus duet maut Maw-Obsidian yang menghibur sekali, ga cuma koreo ama spesial efek nya yang keren, tapi juga celoteh-celoteh ringan disela petarungan. Kaya Wong yang di undang kepernikahan Tony karena telah menyelamatkan dia dari bahaya. Remeh tapi bikin aku kecolongan ketawa pake suara.

Sayang nya Black Order alias Children of Thanos itu mati nya gitu-gitu aja. 😦

images (23)5375496959432584123..jpg
Varian cover komik Unworthy Thor Vol 1

Sedang hal-hal yang aku kurang sreg itu disamping yang udah ku tulis diatas, juga adegan pas waktu si Thanos ngasih orang tersayang nya buat diganti ama soul stone. Adegan itu berkesan dipaksain karena dari awal kita cuma diperlihatkan bahwa Thanos itu kejam, bengis, (narik-narik bagian tubuh Nebula buat ngepaksa Gamora) terus tiba-tiba dia punya orang tersayang tepat pas dia ada di depan jurang pengorbanan soul stone. Pake mewek segala sih. 😦

Sedang untuk ending nya menurutku bikin ganjel dan itu berarti pertanda baik, karena aku penasaran. Dan nunggunya setahun lagi 😦 (terima kasih bro Russo, karena udah bikin mba-mba yang tadi teriak-teriak jadi mewek-mewek pas ending film. Rasain!)

Thanos as farmer from panel Infinity Gauntlet comic

Tapi untung nya ada Ant-Man & Wasp yang mungkin bisa bikin aku masih berada di hip film ini, dan Captain Marvel yang menjelaskan siapa itu yang di pager Fury sebelum dia sempet menyelesaikan kalimat : Motherfu….

images (14)5892816541340653110..jpg
Captain Marvel

Curiga ku di Avengers 4 ntar orang-orang yang masih idup diakhir film inilah yang bakalan mati. Kecuali Gamora sih. Habis matinya ditelan batu.

Nah, berikut akan ku ungkap teori ku tentang bagaimana cara ke6 batu infinit itu bekerja sama hingga bisa menghapus setengah populasi jagad raya. πŸ™‚ so be ready!

Jadi kan setiap batu infinit bisa saling memperkuat satu sama lain, maka dari itu 5 batu yang lain efek kekuatannya akan di tingkatkan berkali lipat oleh batu power yang warna ungu (orb) yang ada di film Guardian vol 1,

nah maka dari itu batu space (tesseract) yang warnanya biru itu jadi bisa menjangkau dari ujung jagad raya ke ujung satunya lagi karena kekuatanya ter boosting,

lalu batu soul yang berwarna kuning, yang dapet tuker ama arwah si Gamora itu, dengan kekuatan batu space jadi bisa menjangkau jiwa-jiwa dipelosok sudut alam semesta, karena emang kekuatan batu jiwa itu berhubungan secara personal dengan semua jiwa setidaknya dalam 1 planet (contoh waktu Thanos mo ngebunuh Stark, dia ngomong kalau dia tau siapa Stark, itu karena kekuatan batu jiwa tadi atau si Red Skull yang bisa tau siapa itu Thanos dan Gamora saat memasuki Vormir),

nah terus batu mind warna oranye alias pikiran si Vision itu bertugas buat milih kaya program gitu, routine random buat memilih jiwa siapa yang harus di delete. Dan setelah jiwa-jiwa tadi dikenali lalu dipilih secara random,

kemudian pilihan jiwa secara acak tadi, oleh si batu realita, yang warna merah (aether), yang dari film Thor Dark World, mulai memburai bentuk fisiknya menjadi butiran debu.

Dan batu waktu (Eye of Agamotto) yang warna ijo punya dokter Strange itu membantu agar semuanya bisa terjadi dalam satu jentikan jari. Just like that.

oke udah. Bye.

Thanos will return

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.