Osha-Oshi

Berhubung dgn adanya perubahan dlm cara aku ngidol, maka ak akan melanjutkan tulisan #liveishobby ini dgn tema oshi. Bukan sepenuhnya oshi sih, cm lebih ke lika-liku hubungan osha-oshi dan bentuk support nya yg pernah kurasa dan yg pernah ku tau dlm lingkungan ku mengidol.

Jadi kalo boleh jujur menurut ku sekarang hubungan antara wota dan oshi nya ini sangat ribet. Ini entah hubungan fen-aidel, hubungan teman-pertemanan, hubungan rekan kerja, atau hubungan birateral? Susah sekali dibedakan. Bahasa ribet-wah nya : bias.

Entah mulai kpn arti dr mendukung (dalam kontek oshimen) menjadi sangat absurd dan ambigu. Tp diakunya sih, perubahan makna, eh bukan, lebih tepatnya ke perubahan tujuan ini hadir saat negara api menyerang konsep skymen diperkenalkan dlm lingungan ngidol ku.

Dan kemudian nge oshi in idol kini tida serta merta melulu krn mengidolakan doi. Ada sih yg masih menerapkan konsep ‘keramat’ oshi dan sasae, tp beberapa yg aku tau memiliki tujuan yg lain. Dan jujur ak pun jg mengalaminya. (pny tujuan selain mengidolakan) Klo istilah kimi no senaka : ‘kehilangan tujuanan nya’ :v.

Dahulu kala saat dijaman aku far. Aku melakukan oshi penuh krn ingin mendukung idol yg aku idolakan. Dgn dasar rasa suka dan ketertarikan. (Bagi yg penasaran siapa oshi ku, dia adalah Viviyona, mau ganti tp belum :p ) Nah, rasa suka dan ketertarikan ini tida akan memiliki arti yg ambigu kalau masih sebagai seorang fens far. Tp lain jd nya ketika ak mulai nir. Entah krn jd tau banyak? Entah krn pola pikir lingkungan? Yg jelas kini ak mulai melakukan tuntutan lebih dr sekedar support tulus ke oshimen ku. Dan saat hal itu tadi tida terpenuhi, aku pun jd ‘jajan’ di luaran. (Anjay bahasa ku :v jijik sendiri 😆 ) Mencari sesorang yg bisa ngasih ‘tuntutan lebih’ itu tadi ke aku. Dan kemudian konsep ‘oshi’ ku berubah. Bersamaan dgn berubahnya cara ngidolku.

Dilingkungan ku yg nir skrg ini jg banyak org2 dgn model yg mirip2 ky aku. Dan mereka melakukan entah oshihen, dgn dalih sudah tida pantas di dukung? Entah malah ambil praktisnya dgn tida ber oshimen, krn lelah hayati? Atau malah dgn oshi-add, yg entah ini alasannya apaan? (krn saya beneran ga tau, kan kolom oshmen cm satu di my page?) Pokoknya intinya ga support satu org doank.

Dan dlm kasus multi-support ky gini beberapa org yg ku kenal membela diri dgn tidak menyebut idola’ lain’ mereka itu sebagai oshimen, (jd mereka tida oshi-add, jd msh masuk dlm kategory tiada ber oshi atau ber oshi tunggal tak jenuh ganda) tp mereka menyebutnya : org yg mereka perhatikan, care about gitu. (Ya mungkin krn konsep oshi dr sono nya adalah yg di support scr penuh, jd klo cm yg di perhatikan aja jatuhnya bukan oshi. :v CMIIW) Tp tetep hubungan antara wota fens dan org yg di perhatikan itu juga memiliki maksud yg tida hny untuk mendukung. Esensi melakukan sasae, ato apapun itu istilahnya kini jd berubah. Setau ku yg sotoy ini. (sasae kini tida sae lagi)

Entah siapa yg mulai? Entah siapa yg salah pada awalnya? Tp ajang mendukung yg dulu konsepnya support kini berubah menjadi ajang pencarian jati diri waro. Dan parahnya waro standard aja kini ga cukup. Disapa dgn nama oleh sang idola, kini bukanlah jd pencapaian yg prestis. Bisa lbh personal ama mereka jadi next level achievement buat ‘perlombaan mendukung’ ini. Hingga muncul istilah jopra-japri, jalan bareng, pokoknya yg sifatnya intim gitu. Dan itu beneran terjadi. Bukan saya, tp pengen nya sih ky gitu. (Yon, klo km baca, aku pengen) 😦

Dan oleh krn adanya pencapaian2 seperti itu tadi, kini melakukan support ke idola jd pertanyaan. Ketulusan mendukung oshimen kini jadi pny 2 makna yg sama2 krg enak dirasa, meski apapun muatannya. (tulisan ku mbulet, padahal tinggal nulis jd banyak yg negative thinking gitu aja)
Pertama akan dimaknai sebagai cara2 untuk mendapatkan waro level : super saiyan god saiyan super.
Atau Kedua akan di brand sebagai kegiatan fanatic alias cinta buta. Jd ndak ada baiknya.
Sedih sih, tp nyata. (padahal dalam dunia hobby yg irasional ini, give and take nya itu ga bakalan ngikuti standard hukum newtown atau makro ekonomi. Huftkyla) Jd oleh krn sebab itu support tulus dinyatakan mitos. :v

Bahkan buat cari pencapaian2 diatas tadi, sampai ada yg bela-belain nyamper ke kosan si idol. Ada. Itu aku. Dan gagal ketemu 😥
Shit! Gagal imba.
(NB : bukan kosan Yona)

Nah, sedang buat aku nya sendiri melakukan support tulus jd sedikit terasa berat juga dgn segala hal yg ada dilingkungan ku saat ini. Seperti yg pernah kutulis sebelumnya. Support ku akan mengimbangi pemakluman2 yg kubuat terhadap oshimen ku. Jd ya emang support tulus itu mitos di lingkungan near ku skrg ini. 🙂 Dan buat support ke yg bukan oshimen, klo pembelaanku sih ga support, tp ngeretjeh. :v

Dah. Krn ak hrs siapin aer panas buat mandi paginya Desy, maka ak udahin sampai disini dulu pembahasan osha-oshi kali ini. Dan kalau ada yg merasa terhakimi, ingat saya bukan Daredevil atau Ghost Rider. Jd sampai ketemu dalam kisah, lagu, dan cerita lain nya ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.